فصل) موجبات
الغسل ستة: إيلاج الحشفة في الفرج، وخروج المنى، والحيض، والنفاسو، الولادة،
والموت
Muujibaatul Ghusli Sittatun : Iilaajul Hasyafati Fil Farji ,
Wakhuruujul Maniyyi , Wal Haidhu , Wannifaasu , Wal Wilaadatu , Wal
Mautu .
Fasal
9 Hal-hal yang Menyebabkan Mandi Wajib (Adus)
1) Memasukkan
hasyafah ke dalam farji (kawin)
2) Keluar
air mani
3) Haid
4) Nifas
5) Melahirkan
6) Meninggal
==============================================================
Cairan
yang keluar dari (maaf) kemaluan ada 4 jenis:
1. Kencing :
Saya
rasa tidak perlu dijelaskan, dan dia najis berdasarkan Al-Qur`an, Sunnah, dan
ijma’.
2. Wadi:
Cairan tebal berwarna putih yang keluar setelah kencing atau setelah melakukan
pekerjaan yang melelahkan, misalnya berolahraga berat. Wadi adalah najis
berdasarkan kesepakatan para ulama sehingga dia wajib untuk dicuci. Dia juga
merupakan pembatal wudhu sebagaimana kencing dan madzi.
3. Madzi : Cairan tipis
dan lengket, yang keluar ketika munculnya syahwat, baik ketika bermesraan
dengan wanita, saat pendahuluan sebelum jima’, atau melihat dan mengkhayal
sesuatu yang mengarah kepada jima’. Keluarnya tidak terpancar dan tubuh tidak
menjadi lelah setelah mengeluarkannya. Terkadang keluarnya tidak terasa. Dia
juga najis berdasarkan kesepakatan para ulama berdasarkan hadits Ali yang akan
datang dimana beliau memerintahkan untuk mencucinya.
4. Mani : Cairan tebal
yang baunya seperti adonan tepung, keluar dengan terpancar sehingga terasa
keluarnya, keluar ketika jima’ atau ihtilam (mimpi jima’) atau onani -wal
‘iyadzu billah-, dan tubuh akan terasa lelah setelah mengeluarkannya. Air mani
adalah suci menurut pendapat yang paling kuat.
Air madzi ini termasuk hadast asghar (kecil) yang
cukup dihilangkan dengan wudhu, sementara mani adalah hadats akbar yang hanya
bisa dihilangkan dengan mandi wajib (adus).
No comments:
Post a Comment